Created: Monday, 06 May 2019 12:47 | Rate this article
( 0 Votes ) 
| Category: Journalism

Grundrisse Marx: Tidak Lengkap Tapi Profetik

 

Pada 1857 – sebagaimana 150 tahun kemudian pada 2007, dengan krisis yang dipicu oleh pinjaman ‘subprime’ – Amerika Serikat telah menjadi pentas teater bagi meletusnya krisis ekonomi internasional besar, yang pertama dalam sejarah.

Krisis parah itu tak pelak kembali membangkitkan antusiasme luar biasa besar kepada salah satu pengamat yang paling membetot perhatian mereka: Karl Marx.

Setelah 1848, Marx berulangkali berargumen bahwa revolusi baru hanya akan terjadi di momen-momen krisis semacam itu. Dan ketika momen itu tiba dia mengambil keputusan,  walaupun menderita akibat masalah kemiskinan dan kesehatan, untuk melanjutkan studi mendalam yang telah dimulainya pada 1850 di “British Museum” dari sudut pandang kritik ekonomi politik. Hasil dari kerja keras ini adalah delapan buku catatan besar yang dikerjakannnya antara Agustus 1857 dan Mei 1858: Grundrisse, draf pertama dari Capital.

1858-1953: Seratus Tahun Kesunyian

Grundrisse lantas menjadi salah satu dari banyak karya Marx yang tak pernah selesai. Friedrich Engels sendiri bahkan, mungkin, belum membaca naskah ini. Setelah kematian Engels, manuskrip-manuskrip itu dipercayakan kepada arsip Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD), di mana naskah-naskah itu diperlakukan dengan sangat hati-hati; satu-satunya bagian yang terungkap dalam periode ini adalah ‘Pendahuluan’, yang diterbitkan Karl Kautsky pada tahun 1903. Kutipan ini – pernyataan paling detail yang pernah dibuat Marx tentang masalah metodologi – menarik minat yang sangat besar dan segera diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa. Ini adalah di antara karya-karya Marx yang sebagian besar kemudian ditulis.

Sementara keberuntungan menyapa ‘Pendahuluan’ dengan cerianya, tidak demikian dengan Grundrisse. Naskah ini tetap tidak dikenal untuk waktu yang lama. Publik baru mengetahui keberadaannya pada 1923, ketika David Ryazanov, direktur Institut Marx-Engels di Moskow, menemukannya di antara warisan karya sastra Marx di Berlin. Naskah itu kemudian difoto di tempat, dan sebuah tim ahli kembali ke Moskow untuk menguraikan isinya dan mengubahnya menjadi bentuk yang diketik. Ketika akhirnya diterbitkan di Moskow (dalam dua volume, pada tahun 1939 dan 1941), ia menjadi manuskrip utama terakhir dari Marx yang melihat cahaya dunia. Namun atmosfer Perang Dunia II menyebabkan penerbitan Grundrisse tidak mendapatkan perhatian secukupnya saat itu; tiga ribu salinan seketika menjadi sangat sulit ditemukan, dan hanya sedikit yang berhasil melintasi perbatasan Uni Soviet. Karya ini harus menunggu sampai tahun 1953 sebelum akhirnya diterbitkan kembali di Berlin Timur, sebanyak tiga puluh ribu eksemplar. Ditulis pada 1857-8, setelah seratus tahun kesunyian, Grundrisse akhirnya tersedia untuk dibaca di seluruh dunia –

500 Ribu Salinan Tersebar di Seluruh Dunia

Adalah saripati lain, setelah ‘Pendahuluan’, yang pertama kali membangkitkan minat luas pada Grundrisse: yaitu, ‘Bentuk-bentuk Yang Mendahului Produksi Kapitalis’. Saripati ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pada 1950-an, dan sejarawan Eric Hobsbawm, editor edisi bahasa Inggris, menambahkan kata pengantar yang membantu menggarisbawahi pentingnya saripati itu: saripati ini, demikian tulis Hobsbawn, merupakan upaya Marx yang paling “sistematis dalam usahanya untuk bergulat dengan masalah evolusi sejarah”, dan “dapat dikatakan tanpa keraguan bahwa setiap diskusi historis Marxis mana pun yang tidak memasukkan bagian ini dalam catatannya … maka ia harus dipertimbangkan kembali dalam terang saripati ini’.

Penyebaran Grundrisse secara keseluruhan adalah sebuah proses yang lambat namun tak terhindarkan, yang akhirnya memungkinkan apresiasi yang lebih menyeluruh, dan dalam beberapa hal berbeda, terhadap karya (oeuvre) Marx. Versi pertama dalam bahasa lain muncul di Jepang (1958-65) dan Cina (1962-78), sedangkan edisi dalam bahasa Rusia terbit  pada 1968-9.

Pada akhir 1960-an, Grundrisse juga mulai beredar di Eropa Barat. Terjemahan pertamanya muncul di Prancis (1967-8) dan Italia (1968-70). Inisiatif penerbitan dalam kedua kasus ini, secara signifikan datang dari penerbit independen Partai Komunis. Edisi Spanyol yang terpisah diterbitkan di Kuba (1970-1) dan Argentina (1971-6), dan kemudian juga di Meksiko dan Spanyol. Terjemahan bahasa Inggris lengkap baru muncul pada tahun 1973, yang diberi kata pengantar oleh penerjemahnya, Martin Nicolaus, yang mengatakan bahwa ini adalah  “satu-satunya garis besar proyek ekonomi-politik Marx yang utuh, yang menguji setiap penafsiran serius terhadap Marx yang belum dipahami”.

Dekade 1970-an juga merupakan dekade krusial untuk bahasa-bahasa Eropa Timur: Cekoslowakia (1971-7 di Ceko, 1974-5 di Slovakia), Hongaria (1972), Rumania (1972-4) dan Yugoslavia (1979). Edisi Grundrisse juga muncul di Denmark (1974-8) dan Iran (1985-7), sedangkan versi Slovenia muncul pada 1985, dan Polandia dan Finlandia pada 1986. Setelah 1989 dan akhir ‘sosialisme yang secara aktul ada/actually existing socialism, Grundrisse melanjutkan perjalanannya ke bagian lain dunia: Yunani (1989-92), Turki (1999-2003), Korea Selatan (2000) dan Brasil (2011). Hingga hari ini, Grundiresse telah diterbitkan secara lengkap ke dalam 22 bahasa dan total dicetak lebih dari 500.000 eksemplar. Angka-angka ini, tentu  akan sangat mengejutkan Marx, yang menulisnya hanya untuk meringkas, dengan penuh ketergesaan, studi ekonomi yang tengah dilakukannya saat itu.

Pembaca dan Penafsir

Monograf pertama yang dikhususkan untuk  mengomentari Grundrisse  adalah buku Roman Rosdolsky, Making of Marx’s Capital, yang diterbitkan dalam bahasa Jerman pada 1968. Pada tahun yang sama, teks Marx memenangkan perhatian beberapa aktor terkemuka dalam pemberontakan mahasiswa, yakni mereka yang terkesima dengan muatannya yang radikal dan eksplosif ketika membaca halaman-halamannya. Daya tarik itu tak tertahankan, terutama di kalangan Kiri Baru yang berkomitmen untuk membalikkan interpretasi terhadap Marx yang dilakukan oleh Marxisme-Leninisme.

Tetapi waktu juga berubah di Timur. Setelah periode awal di mana Grundrisse dipandang dengan sikap kurang bersahabat, sarjana Rusia yang berwibawa Vitalii Vygodskii, mengklaimya sebagai “karya jenius” yang membutuhkan perhatian sangat serius. Dalam waktu beberapa tahun saja, Grundrisse telah menjadi teks dasar yang harus dipahami oleh setiap mahasiswa yang secara serius ingin memahami Marx.

Dengan berbagai nuansa, para penafsir Grundrisse terbelah di antara mereka yang menganggapnya sebagai karya otonom yang lengkap secara konseptual dalam dirinya, dan mereka yang melihatnya sebagai naskah awal yang menjadi pembuka jalan menuju Capital. Latar belakang ideologis dari diskusi-diskusi Grundrisse – inti dari perselisihan adalah sah atau tidak sahnya pendekatan terhadap Marx, dengan dampak politisnya yang besar – mendukung pengembangan yang tidak memadai dan apa yang sekarang tampak sebagai penafsiran yang menggelikan. Beberapa komentator yang paling bersemangat bahkan berpendapat bahwa Grundrisse secara teoritis lebih unggul dari Capital, meskipun ada tambahan sepuluh tahun penelitian intensif yang dimasukkan ke dalam komposisi Capital. Hal sebaliknya, beberapa penentang utama mengklaim bahwa, terlepas dari bagian-bagian penting untuk pemahaman kita mengenai hubungan Marx dengan Hegel dan meskipun ada bagian-bagian penting tentang keterasingan, Grundrisse sejatinya tidak menambahkan hal baru pada apa-apa yang sudah diketahui tentang Marx. Selain itu, tidak hanya terdapat pembacaan yang bertentangan, ada juga non-pembacaan – contoh yang paling mencolok dan representatif adalah Louis Althusser, yang mengajukan pembagian yang lantas menjadi perdebatan panas antara antara karya-karya Marx awal dan karya-karyanya ketika ia telah dewasa tanpa mengambil kesadaran Grundrisse.

Namun, sejak pertengahan 1970-an, Grundrisse memenangkan lebih banyak pembaca dan para penafsir. Beragam peneliti melihatnya sebagai teks kunci untuk salah satu isu yang paling banyak diperdebatkan tentang karya Marx: hutang intelektualnya kepada Hegel. Yang lain terpesona oleh pernyataan-pernyataan profetisnya dalam fragmen-fragment tentang mesin dan otomatisasi.

Hari ini, 160 tahun setelah komposisinya, Grundrisse menunjukkan kapasitas abadi Marx untuk menjelaskan modus produksi kapitalis. Analisis mendalam tentang peran historis kapitalisme berjalan beriringan dengan kritik mengenai hambatan-hambatan dan kontradiksi-kontradiksi internal yang menempatkan kapitalisme di jalan perkembangan masyarakat dan individu yang lebih lengkap. Grundrisse juga sangat berharga untuk banyak pengamatan, seperti apa sebenarnya masyarakat komunis itu, yang tidak cukup bisa dikembangkan Marx dalam karya-karyanya yang tidak lengkap. Tampaknya sangat mungkin bahwa generasi baru yang mendekati karya Marx akan mengalami sendiri pesona dari manuskrip-manuskrip itu. Karya-karya tersebut tentu sangat berguna hari ini bagi mereka yang ingin secara serius mempertimbangkan nasib Kiri anti-kapitalis dan transformasi dunia di sekitar kita.